Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 20 Oktober 2017

Batik Parang – Sebuah Motif Yang Simbolik

Motif Batik Parang konon merupakan salah satu motif batik tertua di Indonesia. kata parang sendiri berasal dari kata Pereng yaitu lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Hal ini dapat kita lihat dari motif batik parang yang membentuk susunan seperti huruf S yang saling terkait satu dengan yang lainnya, saling menjalin dan hal ini melambangkan kesinambungan. 

Bentuk huruf S pada motif Batik Parang diadaptasi dari bentuk ombak lautan, menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. Selain itu, motif Batik Parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga. Garis lurus diagonal lurus melambangkan pengormatan dan cita-cita, serta kesetiaan pada nilai yang sebenarnya. Dinamika dalam pola Batik Parang ini juga disebut ketangkasan, kewaspadaan dan kontituinitas antara satu pekerja dengan pekerja yang lainnya.
Batik Parang hingga saat ini telah mengalami banyak perkembangan serta munculnya beberapa motif yang berbeda dari asalnya. Namun berbagai motif ini tetap mencirikan motif batik parang. Berikut beberapa jenis Batik Parang :
1.    Motif Batik Parang Rusak
Motif ini tercipta ketika Panembahan Senopati sedang melakukan meditasi di Pantai Selatan. Beliau terinspirasi dari ombak besar yang terus menghantam karang hingga karang tersebut rusak. Bentuk dasar leter S di ambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tak pernah padam. Hal tersebut mengandung petuah agar tidak pernah menyerah. Jalinan S yang tidak pernah putus pada motif parang menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan maupun bentuk pertalian antar saudara. Motif parang rusak juga merupakan hadiah dari generasi ke generasi muda para bangsawan. Selain itu, motif ini juga menjadi simbol agar anak melanjutkan perjuangan yang telah dirintis orang leluhurnya.
2.    Motif Batik Parang Barong
Motif batik parang rusak barong ini berasal dari kata batu karang dan barong (singa). Parang barong merupakan parang yang paling besar dan agung, dan karena kesakralan filosofinya, motif ini hanya boleh digunakan untuk raja, terutama dikenakan pada saat ritual keagamaan dan meditasi. Kata barong berarti sesuatu yang besar dan ini tercermin pada besarnya ukuran motif tersebut pada kain. Motif parang rusak barong ini merupakan induk dari semua motif parang. Motif ini mempunyai makna agar seorang raja selalu hati-hati dan dapat mengendalikan diri.
3.    Motif Batik Parang Kusumo
Motif ini berasal dari kata kusumo yang artinya kembang. Digunakan oleh kalangan keturunan Raja bila berada didalam kraton. Motif ini mengandung makna hidup harus dilandasi oleh perjuangan untuk mencari keharuman lahir dan batin. Bagi orang Jawa keharuman yang dimaksud adalah keharuman pribadinya tanpa meninggalkan norma-norma yang berlaku dan sopan santun agar dapat terhindar dari bencana lahir dan batin.
4.    Motif Batik Parang Slobog
Pada setiap upacara pelantikan, motif parang siobog harus dipakai sebagai harapan agar pemimpin yang dilantik dapat menerapkan lambang keteguhan, ketelitian, dan kesabaran dalam mengemban tugasnya. Selain itu, parang siobog juga dipakai pada pemakaman raja dengan tujuan agar arwahnya mendapatkan kelancaran dalam perjalanan menuju Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dalam menerima cobaan.
5.    Motif Batik Parang Klitik
Motif parang klitik ini menggambarkan citra feminim, lembut, menggambarkan perilaku halus dan bijaksana. Motif parang klitik ini pada jaman dulu banyak dikenakan oleh para puteri raja.
6.    Motif Batik Parang Tuding
Motif batik Parang Tuding berasal dari kata Parang dan Tuding. Kata tuding sendiri memiliki arti telunjuk atau menunjuk, hal ini bisa dilihat dari bentuk motifnya yang menyerupai jari telunjuk yang disusun secara berjajar dan berkesinambungan. Motif ini memiliki kandungan makna bahwa siapapun yang mengenakannya diharapkan dapat  menjadi pengarah, pemberi petunjuk yang bisa menunjukkkan hal-hal yang baik dan menimbulkan kebaikan. Motif batik ini biasa digunakan oleh orang tua.


7.    Motif Batik Parang Curigo
Motif batik ini banyak digunakan untuk menghadiri pesta. Dengan memakai kain batik motif ini, Si pemakai diharapkan dapat memiliki kecerdasan, kewibawaan, serta ketenangan.
8.    Motif Batik Parang Centung
Motif Parang Centong atau juga disebut Centung merupakan ragam hias Parang yang memiliki bentuk seperti centong (alat mengambil nasi). Ada juga yang berpendapat bahwa parang centong (centung) artinya “wis ceta macak” (sudah pandai merias diri). Jika ditilik dari arti kata sudah pandai merias diri, maka motif batik ini sangat cocok untuk wanita yang sudah menginjak dewasa, sehingga dia akan lebih terlihat cantik. Motif batik ini biasanya banyak dipakai untuk menghadiri acara pesta pernikahan dan juga digunakan untuk acara Pitonan, yakni upacara tujuh bulanan pada janin saat hamil.
9.    Motif Batik Parang Pamor
Parang Pamor berasal dari kata Parang dan Pamor, Kata Pamor sendiri dalam bahasa jawa berarti aura atau energi yang terpancar dari diri seseorang. Dengan mengenakan batik ini, harapannya orang yang menggunakan motif batik Parang Pamor maka auranya akan keluar atau memancar (wis pecah pamore).
Jadi gimana? Apakah anda suka dengan motif batik Parang? Kalau memang Anda suka, jangan lupa ya pilih motif parang yang tepat dengan kepribadian atau harapan Anda dalam hidup. Semoga doa Anda bisa terkabul, aminn. Sekian dulu ya dari saya, salam!

1 on: "Batik Parang – Sebuah Motif Yang Simbolik"